Berita Terkini

88

​KPU Blora Gelar Pleno Kegiatan September dan Coktas PDPB

Blora - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora menggelar rapat pleno rutin kegiatan September dan membahas pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di kantor KPU Blora pada Senin (22/9/2025). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Blora ini dihadiri oleh seluruh komisioner dan jajaran sekretariat. Rapat pleno rutin mingguan kali ini adalah membahas progres kegiatan pada bulan September ini. "Pleno ini menjadi agenda wajib kami untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana yang diplenokan bersama. Yang kemudian semua progres harus dipaparkan," ungkap ​Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Blora, Ahmad Mustakim. Selain itu, dalam pleno ini juga membahas terkait dengan strategi Coktas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). "Ini kita bahas untuk bagaimana menyelesaikan coktas termasuk persiapan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2025," ucap Kadiv Rendatin KPU Blora, Heni Rina Minarti. Diharapkan dengan pleno rutin ini KPU Blora dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai rencana yang disepakati pada bulan ini untuk tetap melaksanakan kerja-kerja demokrasi.


Selengkapnya
159

KPU Blora Hadiri Penguatan Kapasitas kelembagaan Digelar Bawaslu Blora

Blora - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora menghadiri Kegiatan Penguatan Kapasitas kelembagaan Pengawas Pemilu bersama mitra kerja yang Digelar Bawaslu Blora di Resto De Garden Tunjungan, Minggu (21/9/2025). Kegiatan diikuti oleh 50 peserta dari kalangan OPD, organisasi mahasiswa, kepaladesa, kepala sekolah dan media lokal ini merupakan bagian dari program nasional yang difasilitasi oleh Komisi II DPR RI. ​Ketua KPU Blora, Widi Nurintan Ary K. mengatakan, kegiatan ini menjadi salah bagian dari sinergitas antar lembaga. "Penguatan kapasitas ini bagus sebagai bagian untuk terus belajar dan mengupgrade diri apalagi menuju pemilu dan pilkada yang akan datang," ucapnya.  Ketua Bawaslu Blora, Andyka Fuad Ibrahim, menyebut pihaknya akan memperkuat sinergi dengan pemda serta melibatkan sekolah, komunitas, dan desa dalam edukasi pemilih. "Kami sangat mengharapkan masukan agar kerja pengawasan semakin maksimal. Proses Pemilu dan Pilkada ke depan harus tetap sesuai prinsip demokrasi," tandasnya. Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis Bawaslu dengan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan pemilu.  "Sekuat apa pun Bawaslu dan KPU, bila masyarakatnya tidak diperbaiki, hasilnya akan begitu-begitu saja. Maka, kolaborasi dengan pemda harus lebih erat, karena otonomi nyata ada di kabupaten dan kota,” ujar Azis. Azis juga mengingatkan ancaman cognitive warfare atau perang kognitif yang bisa memengaruhi pilihan masyarakat lewat arus disinformasi. Ia menekankan perlunya komunikasi publik yang cepat dan adaptif. “Informasi benar harus lebih cepat sampai ke masyarakat dibanding hoaks. Jangan menunggu klarifikasi, tapi dahulukan kebenaran agar publik tidak terjebak,” tegasnya. ​Dari sisi KPU, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Mey Nurlela mengaku ada tantangan teknis seperti penggunaan aplikasi yang cukup rumit pada Pemilu 2024. Meski demikian, ia mengapresiasi kerja sama Bawaslu. "Terima kasih kepada Bawaslu karena pelaksanaan Pemilu dan Pilkada bisa berjalan baik." ​"Kepada masyarakat, kami berpesan gunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya, karena itu bagian penting dari demokrasi," ujarnya. Sementara itu, Akademisi Universitas Gajah Mada Yogyakarta sekaligus pemerhati pemilu, Diasma Sandi Swandaru mengatakan, kewenangan Bawaslu sebagai pengawas pemilu harus diperkuat. Menurutnya, selama ini Bawaslu hanya bisa memberikan rekomendasi ketika terjadi pelanggaran pemilu. ​"Saya merekomendasikan untuk memperkuat kewenangan Bawaslu dalam menangani pelanggaran pemilu. Yang terjadi saat ini adalah Bawaslu hanya bisa memberi rekomendasi ketika menangani pelanggaran pemilu," ungkapnya.


Selengkapnya
100

Kunjungi Rumah Warga, Tim PDPB KPU Blora Lakukan Coktas

Blora -Tim Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) KPU Kabupaten Blora melakukan pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) dengan berkunjung dari rumah ke rumah dengan membawa lembar kerja coktas, Rabu (17/9/2025). Tim ini bertugas memverifikasi secara langsung identitas warga yang sudah masuk ketegori pemilih dalam pemilu dan pemilihan, serta memastikan informasi kependudukan yang tercantum sudah benar dan terupdate. Coktas ini dilaksanakan di desa dan kelurahan dimana KPU Blora membagi 5 tim dalam pelaksanaannya. Data verifikasi ini adalah pencocokan dari data Kemendagri dengan kondisi lapangan. Prosesi Coktas melibatkan perangkat desa hingga pengurus RT/RW setempat, serta diawasi langsung oleh tim Bawaslu Kabupaten Blora. Coktas merupakan inovasi KPU untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih secara terbatas dan langsung ke lapangan. Sasaran utamanya adalah pemilih baru, pemilih yang pindah domisili, serta pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), seperti meninggal dunia atau berubah status menjadi TNI/Polri. "PDPB bukan hanya kerja administratif, tetapi juga merupakan kerja demokrasi. Melalui Coktas, kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan pemilih yang masih memenuhi syarat atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih." jelas Kadiv Rendatin KPU Blora, Heni Rina Minarti. Sementara itu, Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM, Ahmad Mustakim menegaskan setiap masukan, baik dari masyarakat maupun Bawaslu, akan ditindak lanjuti langsung ke lapangan oleh Tim PDPB KPU Blora. "Coktas ini salah satu bentuk komitmen kami menjaga data pemilih agar bersih, valid, dan selalu mutakhir," tegasnya. Pelaksanaan Coktas ini menjadi bagian dari upaya menyukseskan tahapan pemilu dan pemilihan kedepan. Selain itu, Coktas juga merupakan tahapan penting dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, khususnya dalam rangka pemeliharaan data berkelanjutan guna memastikan validitas informasi pemilih. "Hal ini penting untuk memastikan kesiapan di lapangan, baik dari segi administrasi maupun teknis. Dukungan dari pemerintah desa sangat krusial untuk kelancaran pelaksanaan Coktas," tandasnya. Menurutnya, antusias warga saat coktas cukup terlihat tinggi. Banyak di antara mereka yang menyambut baik kedatangan petugas dan mengapresiasi keaktifan KPU dalam melakukan pendataan.


Selengkapnya
121

Persiapkan Coklit Terbatas, KPU Kabupaten Blora Gelar Sosialisasi Pkpu 1 Tahun 2025

BLORA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora menggelar acara Sosialisasi Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) bagi internal di Aula kantor KPU Kabupaten Blora pada Senin (15/9/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kabupaten Blora, Widi Nurintan Ary Kurnianto, dan menghadirkan narasumber Heni Rina Minarti, Kepala Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Blora.  Dalam paparannya, Heni Rina Minarti menekankan bahwa PKPU 1 Tahun 2025 menjadi landasan hukum baru untuk memastikan data pemilih yang komprehensif, akurat, dan mutakhir di luar tahapan pemilu.    "PKPU ini mengamanatkan kita untuk terus-menerus memelihara dan memperbaharui Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari pemilu terakhir. Tujuannya adalah untuk menyediakan data pemilih yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan untuk pemilu berikutnya, dengan tetap menjamin kerahasiaan data pribadi," ujar Heni. Sosialisasi ini diikuti oleh seluruh jajaran komisioner dan sekretariat KPU Kabupaten Blora ini berfokus untuk menyamakan persepsi dan mempersiapkan sumber daya manusia di lingkungan KPU Kabupaten Blora dalam menghadapi pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas yang akan segera dilaksanakan. Pelaksanaan PDPB, sesuai PKPU 1 Tahun 2025, akan dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota secara berkala paling sedikit setiap tiga bulan sekali.  Proses ini melibatkan berbagai kegiatan seperti koordinasi dengan instansi terkait, pemutakhiran data pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat (TMS), dan penambahan pemilih baru.   Dengan adanya sosialisasi ini, KPU Kabupaten Blora menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat peraturan perundang-undangan dalam menjaga kualitas data pemilih secara berkelanjutan, demi terselenggaranya pemilu yang lebih demokratis dan berintegritas.


Selengkapnya
89

KPU Blora Gelar Pleno Rutin, Pastikan Kegiatan September Berjalan Sesuai Rencana

Blora - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora menggelar rapat pleno rutin di kantor KPU Blora pada Senin (15/9/2025). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Blora ini dihadiri oleh seluruh komisioner dan jajaran sekretariat. Rapat pleno rutin mingguan kali ini adalah membahas progres kegiatan pada bulan September ini. "Pleno ini menjadi agenda wajib kami untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana yang diplenokan bersama. Yang kemudian semua progres harus dilaporkan dan dievaluasi bersama," ungkap ​Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Blora, Ahmad Mustakim. Diharapkan dengan pleno rutin ini KPU Blora dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai rencana yang disepakati pada bulan ini untuk tetap melaksanakan kerja-kerja demokrasi.


Selengkapnya
171

KPU Blora Ikuti Program Perdana Talk To Me KPU Jateng, Bahas Dinamika Rekrutmen Badan Adhoc

Blora - KPU Kabupaten Blora mengikuti program perdana KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi SDM dan Litbang yakni kajian kepemiluan daring  "Talk to Me" pada Rabu, (27/8/2025). Program dengan tema "Dinamika Rekrutmen Badan Adhoc dan Penyelesaiannya" ini diikuti seluruh satuan kerja KPU Kabupaten/Kota di Jawa Tengah melalui zoom meeting.  Edisi perdana ini menghadirkan dua narasumber, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Batang, Khikmatun dan Ketua KPU Kota Depok Jawa Barat Willi Sumarlin.  Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Handi Tri Ujiono dalam sambutan pembukaanya mengungkapkan apresiasinya atas kegiatan perdana Divisi SDM dan Litbang ini.  "Kami sangat apresiasi kegiatan SDM hari ini. Kami berharap bisa menjadi wadah dan forum diskusi kita bersama. Di sisi lain, kami berharap bisa mendapatkan sesuatu yang baik untuk lembaga kita kedepan," ucapnya. Kadiv SDM dan Litbang KPU Provinsi Jawa Barat Abdulah Sapi'i selain mengapresiasi, pihaknya juga berbagi ilmu dan pengalaman saat rekrutmen badan adhoc Pemilu dan Pilkada 2024.  Diantaranya, saat rekrutmen kemarin pihaknya mengalami kesulitan dalam pemenuhan persyaratan pendidikan minimal ijazah SLTA, khususnya untuk PPS. Terkait hal itu, pihaknya minta ke KPU RI untuk mengevaluasi khususnya perihat pasal persyaratan pendidikan minimal tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan beberapa upaya dan strategi khususnya dalam penguatan kelembagaan dan pengembangan kapasitas SDM. Yakni pelibatan TNI dalam penguatan kelembagaan dan pengembangan kapasitas SDM, khususnya untuk PPK dan PPS.  "Kami sengaja merangkul TNI untuk membangun soliditas, kekompakan, kerjasama dan kebersamaan. Selain itu juga untuk membangun jiwa korsa kepada KPU. Saat rekrutmen badan adhoc kemarin, kami juga melibatkan secara masif generasi Z," jelasnya. Ketua Divisi SDM dan Litbang KPU Jawa Tengah, Mey Nurlela mengatakan, Divisi SDM adalah penopang utama setiap tahapan kepemiluan. Agenda "Talk to Me" hari ini adalah wadah sharing dan diskusi bersama, untuk berbagi pengalaman.  "Dalam rekrutmen badan adhoc kemarin, tentu ada kejadian-kejadian unik disetiap daerah. Ini yang perlu kita sharingkan. Harapannya, supaya daerah lain yang tidak mengalami bisa mengambil contoh tentang solusi yang dilakukan. Dengan begitu, jika ke depan mengalami, bisa menyelesaikan," harapnya. Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Batang Khikmatun dalam materinya menyampaikan, ada trauma  beban kerja pada Pemilu 2019 dan 2024, sehingga minat untuk mendaftar sebagai badan adhoc Pilkada diwilayahnya menurun. Selain itu, klaim BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa mengcover badan adhoc yang keguguran, termasuk BPJS kesehatan karena sakitnya masuk kriteria bawaan/komorbit.  "Ada juga yang karena honor badan adhocnya, tidak sepadan dengan beban kerja. Terakhir adanya isu kedekatan dan titipan. Beberapa hal ini yang kami alami pada pilkada kemarin," ungkapnya. Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan beberapa tantangan regulatif, misalnya terkait minim minat lulusan SLTA yang tidak hanya menimpa di daerah pegunungan tapi juga pesisir. Kemudian juga soal administrasi kesehatan.  "Meski digratiskan soal tes kesehatan, tapi sebagian tes kormobit masih berbayar sehingga mereduksi jumlah calon berpotensi. Selain itu, ketiadaan tahapan wawancara pada rekrutmen KPPS menyulitkan penentuan keterpilihan berdasarkan kemampuan kerja. Namun untuk mengatasi hal itu, kami melakukan beberapa strategi. Diantaranya jemput bola dengan pendekatan humanis. Kemudian, sinergi dengan stakeholder, pelatihan dan pendampingan berkelanjutan serta pemanfaatan teknologi (medsos dan digital campaign),"


Selengkapnya